Menyilangkan Blogger dengan Marketing

Menyilangkan Blogger dengan Marketing

Menyilangkan Blogger dengan Marketing

Maskokoganteng.com – Pembahasan yang menarik dari Hermawank tentang menyilangkan Blogger dengan Marketing. Hermawan Kartajaya (Founder/ CEO MarkPuls, Inc). Menurutnya dengan menyilangkan Blogger dengan Marketing diharapkan lahir peranakan blogger yang menjual dirinya sebagai brand. Presentasi tersebut dipaparkan di acara ASEAN Blogger Festival 2013, oleh ASEAN Blogger dan Telkom Indonesia di Solo. Selain Hermawank banyak juga yang memberikan materi disana, seperti Thomas Bill (US Mission for ASEAN), Hazpohan (Kemenlu), Suparwoto (Keminfo), Fransesca Nina (Kemenkraf), KH. M.Dian Nafi’ (Ulama), Budi Post (CEO The Jakarta Post Digital), dan ada juga seorang bloger Tweetvenus(Blogger).

#ABFI2013 DIGELAR di Solo karena memang solo merupakan Kota budaya yang ramah akan tamu. Kota publik, yang memberikan seluas-luasnya wilayah untuk masyarakat. Yang baru di solo adalah Urban Forest yang berada di pinggiran Sungai Bengawan Solo.

Beberapa rangkuman #ABFI2013 ( Menyilangkan Blogger dengan Marketing )

MARKET CHANGING
Hermawank setidaknya mencatat pergeseran 3 besar (Global Shift) yang melanda lini kehidupan, termasuk lini bisnis. Suka tidak suka akan berimbas dan kita mengikutinya.

1. Pergeseran dari ekslusif menuju inklusif. Sebagai blogger setidaknya tahu bahwa teknologi informasi telah mengambarkan batasan antar industri, dan antar konsumen. Sehingga terciptanya lini bisnis yang sosial dan transparan. Konsumen bahkan bisa menjadi penasehat brand.

2. Fase vertikal ke horisontal. Wacana media yang dulu terlahit di arus utama seperti koran dan TV, kini fenomena sosial media bisa saja menumbangkan rezim-rezim yang diktator, atau penegakan hukum yang salah. Contoh saja kasus Prita dan Kasus Arab Spring yang merobohkan kekuasaan Husni Mubarok, Moammar Khadafi.

Begitu juga dengan Bisnis manajemen tangan besi, kemungkinan tidak akan bertahan lama. Perusahaan yang mnginginkan untung belaka, membidik konsumen sebagai target, hendaklah memosisikan diri sejajar dengan konsumen sebagai teman.

3. Pergeseran dari individual menuju sosial. Konsumen sekarang lebih gampang berinteraksi dan membangun komunitas dengan media sosial. Tidak hanya di online mediaoffline, acara daring-pun menjadi kewajiban interaksi antar anggota. Dari situlah tercipta keakraban, harapan ataupun kegembiraan. atau mungkin juga curhat suatu produk.

Jokowi sebagai contoh WalikotaSolo yang disebut The Rocker. Award Jokowi sebagai Marketer of the Year kategori Government dan Public Services 2010 tak salah diberikan.

YOUTH, WOMEN, AND NETIZEN (YWN)
Komunitas menjadi penentu masa depan baik di Indonesia maupun dimanapun. @hermawank percaya akan 3 komunitas, yaitu komunitas anak muda (youth), perempuan (women), dan netizen yang akan memimpin pasar.

Kiranya di gelaran ASEANBLOGGER FESTIVAL 2013 terdapat mix diketiganya. Terdapat anak muda yang selalu berpikir di masa depan. Tipikal anak muda tidak punya beban masa lalu sehingga bebas dalam kegiatan yang mereka mau.

Sedangkan perempuan (women) yang selalu memegang prinsip dalam perilaku sehari-hari. Selain itu perempuan memang multi-tasking. Se sukses apapun perempuan tidak akan kehilangan carenya terhadap anak.

Nah..kalau kita sebagai Netizen pastinya terbiasa dari mencari informasi, cari berita, update sosial media semuanya pakai internet. Bahkan, kita sering membeli barang denagn media ini. Jadi web/blog yang tingkat trust-nya rendah akan segera lenyap dengan sendirinya. Blogger yang selalu open, memiliki konten hendaknya merangkul ataupun masuk dalam komunitas-komunitas YWN. Jika bisa memanfaatkan dengan baik, maka imbasnya brand kita akan semakin bermanfaat dan diingat tentunya. Demikian Artikel tentang Menyilangkan Blogger dengan Marketing ,semoga bermanfaat. Source WHIZISME

Beri rating artikel ini!
Tag:
Loading...

Tinggalkan Balasan