Wow Setelah era 4G dunia sudah siap dengan 5G

maskokoganteng.com – Wow Setelah era teknologi 4G, operator dunia sudah siap menyongsong era 5G. Babak pemanasan 5G pun telah marak di panggung Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona, Spanyol. Di panggung tersebut sejumlah operator dan pemain teknologi dunia sudah mendemokan implementasi teknologi 5G yang dikolaborasikan dengan virtual reality dan augmented reality.

Setelah era 4G dunia sudah siap dengan 5G
  • NTT DoCoMo misalnya memanfaatkan virtual reality untuk dapat melihat kondisi lingkungan pekerjaan yang tengah digarapnya melalui robot. 
  • Sementara T Mobile, robot didemokan tengah dikendalikan oleh semacam tongkat stik serta menggunakan kacamata virtual reality dan sarung tangan khusus.
  • Implementasi 5G lainnya dari T Mobile adalah dikombinasikan dengan teknologi Augemented Reality (AR). Dimana ada semacam trek balap mini yang diisi oleh dua mobil yang sedang balapan di dalam booth, kemudian user menyaksikan aksi kebut-kebutan tersebut dengan kacamata khusus AR. Nah, ketika mata menyorot ke lintasan balap maka sejurus kemudian bakal muncul tampilan visual AR yang berisi sederet informasi terkait aksi balapan yang sedang berlangsung. 
  • Satu lagi yang menarik perhatian adalah ide implementasi 5G dari Korea Telecom, yang menggabungkan virtual reality, 5G dan simulator khusus. Simulator ini sendiri seperti perangkat di gaming center, dimana berdesain seperti roda dan user akan duduk di dalamnya, lengkap dengan mengenakan kacamata VR dan sabuk pengamanan. Dan ketika semua sudah siap maka pengalaman tak terlupakan user dengan 5G dan virtual reality bagi user pun takkan terlupakan.
gambar Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona


Peluang Indonesia bisa mulai dimanjakan dengan jaringan 5G 
Dikutip dari halaman detik.com tentang peluang Indonesia bisa mulai dimanjakan dengan jaringan 5G , Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyebut bahwa Indonesia masih butuh waktu yang relatif agak lama untuk bisa mencicipi jaringan 5G.

“Spektrum yang banyak di negara lain itu sudah bisa dipakai mobile, tapi di negara kita gak bisa karena sudah dialokasikan untuk yang lain,” 

ujar Ririek saat ditemuidetikINET di sela perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2017 di Barcelona.

” untuk penggunaan 5G rata-rata menggunakan spektrum 3,5 GHz yang paling populer. Di kita Indonesia kalau gak salah, spektrum ini dipakai untuk satelit. Di satelit itu kan ada yang namanya C Band, dengan rentang 4 sampai 6 atau 7 GHz. Nah, kalau itu dipakai satelit, nanti ada interferensi atau tidak itu kita masih harus dicari tahu,” jelasnya.

Operator dunia sendiri saat ini masih meracik strategi dan teknologi untuk benar-benar bisa melepas 5G ke pasaran. Target mereka adalah Olimpiade 2020.

“Paling yang sekarang dipakai 4,5G, itu berbasis LTE juga. Tapi sudah menuju ke situ (5G). Bahkan ada yang sudah mengklaim siap menjalankan 4,9G,” Ririek melanjutkan.

Dan khusus soal spektrum ini mau tidak mau Indonesia harus disiplin soal penataan. Ririek mengimbau orientasinya adalah mana yang bisa memberikan benefit bagi pemerintah dan masyarakat paling besar.

PR besar yang juga masih menanti operator Indonesia yakni mendorong pengguna 2G untuk hijrah ke 3G ataupun langsung lompat ke 4G.

Meski pada berbagai ide model bisnis yang terlontar untuk 5G lebih banyak menyasar pelanggan yang bukan manusia, melainkan mesin.

“Kalaupun orang itu paling yang high rest video, yang high resolution. Jadi sudah mesin, itu (5G) dipakai mesin, mesinnya dipakai manusia,” pungkas Ririek. Demikian semoga bermanfaat.

Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Ngeblog untuk hoby dan mengisi waktua luang.