Semua yang datang hanya akan berlalu

Cerita Inspirasi berjudul  “Cincin Pak Tani”, dengan kata pengantar “Semua yang datang, hanya akan berlalu” . Entah darimana sumbernya, saya sendiri sudah lupa , karena cerita inspirasi ini Saya temukan di kenangan akun facebook Saya, kenangan 13 oktober 2014 . Seperti Kita ketahui bersama bahwa facebook terdapat fitur “kenangan anda” berisi postingan – postingan terdahulu yang muncul kembali di beranda facebook.

gambar kata inspirasi Semua yang datang, hanya akan berlalu

Seorang Petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya.

Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka. Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah.

Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun – memurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak – cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing – masing dan berpisah.
Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini ?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu : INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah ?,”
gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.

Baca juga Kisah Realita Cinta yang sering terjadi di sekitar Kita

Kakak – beradik tersebut mengalami jatuh – bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta – pora, bermabuk – mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana – sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang.

Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat – obatan yang membuatnya ketagihan. Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya : INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia pun juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik – turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal di dunia ini.

Semua yang datang, hanya akan berlalu, Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, dan hidup bahagia.

Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Ngeblog untuk hoby dan mengisi waktua luang.