Tertangkap Sindikat penyebar ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial

maskokoganteng.com-Tertangkap Sindikat penyebar ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial. Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Brigjen Pol. Mohammad Fadil Imran mengungkapkan, pihaknya telah berhasil meringkus tiga orang terduga anggota sindikat atau kelompok pelaku ujaran kebencian berkonten SARA, yakni kelompok Saracen.


"Dasar penangkapan karena adanya laporan polisi Nomor LP/711/VII/2017/BARESKRIM tanggal 20 Juli 2017 dengan Terlapor MFT. Kemudian, laporan Nomor LP/776/VIII/2017/BARESKRIM tanggal 4 Agustus 2017 LP dengan Terlapor SRN, dan laporan Nomor LP/785/VIII/2017/BARESKRIM tanggal 7 Agustus 2017 LP dengan Terlapor JAS," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Jakarta, Rabu (23/8).

Adapun terkait kronologis penangkapan, Fadil menjelaskan, Satgas Patroli Siber melakukan monitoring dan penyelidikan terhadap pelaku yang sering mengunggah ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA yang meresahkan para netizen dan berpotensi memicu disintegrasi bangsa.
"Monitoring dilakukan terhadap grup-grup Medsos, para admin maupun akun individu, kemudian Satgas melakukan penyelidikan dilanjutkan penegakan hukum terhadap pengurus grup Saracen dengan melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka secara berurutan," ujarnya.
Menurut Fadil, tersangka MFT (43) ditangkap pada tanggal 21 Juli 2017 di Koja, Jakarta Utara. Sedangkan SRN (32) ditangkap pada tanggal 5 Agustus 2017 di Cianjur, Jawa Barat. Sementara JAS (32) ditangkap pada tanggal 7 Agustus 2017 di Pekanbaru, Riau.

Pihak kepolisian pun menerapkan pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara kepada MFT dan SRN. Sedangkan kepada JAS, polisi menerapkan pasal 46 ayat 1 jo pasal 30 ayat 1 UU ITE nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman 7 tahun penjara.

Adapun barang bukti yang disita meliputi 50 simcard berbagai operator, 5 Hardisk CPU dan 1 HD Laptop, 4 Handphone, 5 Flashdisk dan 2 Memory Card. Sindikat Saracen kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Modus operandi Sindikat Saracen yaitu dengan mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial. Setiap proposal mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah.

"Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan itu kurang-lebih setiap proposal nilanya puluhan juta per proposal," ujar Kasubdit 1 Dit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (23/8/2017). Source detik.com


 
Back To Top