Profil Egy Maulana Vikri Si Ganteng Maksimal

maskokoganteng.com - Profil Egy Maulana Vikri Si Ganteng Maksimal. Berasal dari kampung Asam Kumbang, Medan, Egy Maulana Vikri mulai merintis jalan untuk menjadi pemain Timnas Indonesia. Kini ditangan pelatih bertangan dingin Indra Sjafri Nama Egy Maulana Vikri di kenal luas publik tanah air hinga namanya mendunia dan disetarakan dengan bintang sepak bola Dunia terkenal dengan skill mumpuni seperti Zidane, Ronaldo bahkan Lionel Messi.

gambar Profil Egy Maulana Vikri Si Ganteng Maksimal

Egy sudah lama merintis karir sepak bolanya. Perkenalannya dengan sepakbola dimulai di kampung halamannya di Medan. Egy kecil memang sudah piawai nendang-nendang bola lalu kelas 1 SD Dia masuk di SSB Tasbi (Taman Setia Budi Indah) dan SSB Asam Kumbang yang di kelola Ayahnya.
Ayah Egy Syarifudin mengajarinya cara shooting menggunakan seluruh tenaga di SSB Asam Kumbang, di SSB Tasbi (Taman Setia Budi Indah) Egy belajar tentang sentuhan teknik dari Gabroesky.

Catatan Prestasi pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri

Pada Tahun 2012, Si ganteng maksimal Egy membawa (ASSBI) Sumatera Utara menjuarai turnamen Grassroots Indonesian U-12 di Tangerang Selatan. Kelas 1 SMP, Egy lolos seleksi di Timnas Indonesia U-13 untuk main di ajang kualifikasi AFC, hingga menjadi  top skor untuk Timnas u 13 dan membawanya ke diklat Ragunan (Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan

Pemain dengan tinggi 163 cm itu membawa ASIOP Apacinti juara Liga Kompas Gramedia U-14, Egy mencetak 28 gol di Gothia Cup 2016 dan membawa timnya menjuarai kategori B15 alias Boys 15. Tak tanggung-tanggung, dia menjadi bintang dengan merebut penghargaan Pemain Terbaik sekaligus Top Skor dengan mencetak total 28 gol.

gambar Prestasi pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri

Di akhir tahun 2016, lagi-lagi anak kedua dari 3 bersaudara ini menjadi Pemain Terbaik dan Top Skor dalam kejuaraan bergengsi di tanah air, Piala Suratin. Egy mencetak 22 gol dan membawa Persab Brebes menjadi juara.

Egy Maulana Vikri Si Ganteng Maksimal juga sudah punya jam terbang cukup di timnas kategori usia lebih muda, mulai dari U-13, U-14, U-15 dan U-16. Bahkan dia ditunjuk sebagai kapten Timnas U-16.

Awal tahun 2017, dalam kapasitasnya sebagai siswa Ragunan, winger yang bermimpi memberangkatkan kedua orang tuanya naik haji ini ikut seleksi Timnas U-19 asuhan Indra SJafri. Tak hanya lolos, Egy menjadi tulang punggung timnas.

Prestasi terbaik Egy adalah bersama Timnas u 19 di Toulon Tournament 2017 dengan menyabet gelar Jouer Revelation Trophee yang merupakan tropi dari kategori pemain yang paling berpengaruh bagi tim. Pengakuan yang juga pernah diraih oleh Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo.

Egy dipersiapkan untuk tampil di Piala AFF U-18 dan kualifikasi Piala U-19 Asia 2018 bersama Timnas U-19. Dia juga sempat di panggil untuk seleksi Timnas U-22 yang akan tampil di kualifikasi Piala Asia dan SEA Games.  Egy adalah satu-satunya pemain dari skuad U-19 asuhan Indra Sjafri yang dipanggil seleksi ke Timnas u 22 .

 
Back To Top