Nonton Timnas Indonesia dari layar kaca dari Masa ke masa

maskokoganteng.com - #timnasday Nonton siaran langsung timnas Indonesia lewat layar kaca adalah salah satu momen manis berkumpul bersama keluarga dari masa - ke masa. Saat timnas berlaga, sudah pasti Bapak bakal jadi penguasa televisi dan Ibu sebagai pemilik abadi remote TV bakal mengalah untuk sementara. Begitu indahnya Timnas Indonesia hingga bisa menyatukan perbedaan. Tak hanya itu, sepiring gorengan buatan Ibu pun sering tersedia di meja sebagai teman nonton timnas Indonesia.
gambar #timnasday Nonton siaran langsung timnas Indonesia lewat layar kaca adalah salah satu momen manis berkumpul bersama keluarga dari masa - ke masa. Saat timnas berlaga,
Banyak momen Timnas Indonesia masih berkelebat di kepala. Tentang kehebatan salto Widodo Cahyono Putro, tentang sepakan geledek Bima Sakti, atau cerita tentang lugasnya Aples Tecuari di lini belakang. Menonton Timnas Indonesia bersama Bapak, dan terkadang juga Ibu, itu adalah sebuah kenangan tentang arti bahagia. Namun, bahagia yang tak sempurna.

Dari tahun ke tahun, kebahagiaan menonton timnas Indonesia memang tak pernah mencapai klimaks. Skuat Garuda memang selalu berjaya di hadapan Kamboja, Laos, atau Filipina. Kami sekeluarga bisa tertawa sepanjang pertandingan ketika timnas Indonesia terus-menerus membobol gawang Kamboja, tapi kemudian selalu harap-harap cemas ketika timnas Indonesia akhirnya berjumpa Thailand, atau bahkan Vietnam.

Dan kecemasan tersebut lebih sering berakhir sebagai kesedihan karena ambisi timnas Indonesia untuk jadi juara lagi-lagi terhenti di tengah jalan. Nonton sepak bola dan mendukung tim memang tak melulu soal juara. Ada banyak alasan lain yang bisa dikeluarkan untuk setia pada sebuah tim tanpa memandang koleksi trofi juara.

Apalagi jika tim itu berlambangkan Garuda dan mengenakan seragam Merah Putih. Tetapi tujuan kompetisi adalah jadi pemenang dan dengan adanya titel juara pastinya pendukung bakal senang. Bukankah ratusan ribu bahkan jutaan keluarga di Tanah Air pun menantikan saatnya melihat para penggawa-penggawa terbaik timnas mengangkat piala?

Sejarah manis Timnas Indonesia sendiri seolah terhenti di tahun 1991 ketika Pasukan Merah-Putih meraih medali emas SEA Games di Filipina. Cerita tentang Indonesia yang perkasa, cerita tentang Indonesia yang Macan Asia, hanya bisa keluar dari orang yang lebih tua dari saya. Kehebatan tersebut hanya bisa diceritakan mereka yang pernah menyaksikan timnas Indonesia era sebelumnya berlaga, baik langsung di arena maupun di layar kaca. Bapak saya dan mereka yang pernah jadi saksi timnas Indonesia berjaya pun tentunya sedikit jemu mengulang cerita kehebatan yang sama. Tanpa pembaruan setelah dua dekade lebih berjalan.

Saya, generasi seumuran dan di bawah saya, pastinya juga jengah hanya jadi pendengar cerita kehebatan timnas Indonesia dari generasi sebelumnya. Selebihnya, kami hanya paham soal timnas yang gagal dan gagal lagi. Kesempatan untuk pembaruan sejarah itu ada di akhir pekan ini. Timnas Indonesia bakal datang ke Stadion Rajamangala untuk menantang Timnas Thailand.

Di tangan pasukan Garuda, mereka menggenggam keunggulan 2-1. Modal berharga yang bakal mereka coba maksimalkan sekuat tenaga. Skor imbang memisahkan Rizky Pora dan kawan-kawan dengan status sebagai pahlawan yang mengantarkan gelar pertama Piala AFF.

Di sini, publik berdoa. Agar Timnas Indonesia bisa mengakhiri dahaga juara. Agar kenangan menonton Timnas Indonesia di layar kaca bukan kenangan yang manis namun getir, melainkan kenangan tentang kesenangan dan kebahagiaan yang sempurna. Demikian seperti di kutip dari cnn indonesia.


 
Back To Top