Video Kasus Penganiayaan Siswi Makasar yang sempat Viral

maskokoganteng.com - Berita kelanjutan aksi Peristiwa pengeroyokan Siswi Makasar yang Videonya sempat Viral  dengan judul Oknum Guru di Makasar Aniaya Siswinya . Adalah Remaja Putri bernama Riska alias Aska (16), remaja asal Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, yang menjadi korban penganiayaan dan videonya sempat viral di medsos ternyata kejadianya dipicu oleh hanya persoalan uang sebesar Rp 75 ribu.

Hal tersebut terungkap berdasarkan pengakuan dari korban saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Mapolres Pinrang, Jl Bintang No 3, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Senin (21/11/2016). Seperti yang Saya kutip dari halaman TRIBUNPINRANG.COM.
"Ada utangnya Nelda (salah seorang pelaku) Rp 75 ribu sama saya, lama sekali'mi tidak'na bayar," kata Riska.
Ia menjelaskan, sudah berkali-kali dijanji terkait uang Rp 75 ribu itu.
"Namun belum juga dibayar," jelas Riska.
"Itulah sebabnya, saya jengkel dan mengupload fotonya di facebook dengan disertai kata-kata kotor," tambahnya.
Kasatreskrim Polres Pinrang, AKP M Nasir juga membenarkan hal tersebut .
"Keterangan itu juga disampaikan kepada kami saat penyelidikan," tuturnya.

Nasir menjelaskan, Riska mengupload foto tersebut dengan menggunakan akun facebook Riska X Behell. Namun postingan tersebut sudah di hapus katanya.

Dua Tersangka Pengeroyokan Siswi di Makasar Puteri Legislator

Ternyata Dua dari empat tersangka kasus penganiayaan seorang remaja bernama Riska alias Aska (16), di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, dikabarkan adalah putri seorang legislator DPRD Kabupaten Pinrang.

Kedua tersangka tersebut adalah HRN binti SN (17) dan EN binti SN (20).
Kepala Reserse dan Kriminal Polres Pinrang, AKP Muhammad Nasir membenarkan hal itu.

"Hal itu benar, dua diantaranya adalah anak pejabat," kata Nasir pada TribunPinrang.com, Senin (21/11/2016).
Nasir menjelaskan, dalam penegakkan hukum, tak ada pandang bulu.
"Semua harus diproses sebagaimana mestinya," jelasnya.
gambar Video Kasus Penganiayaan Siswi Makasar yang sempat Viral

HRN Binti SN dan EN binti SN ditetapkan sebagai tersangka bersama kedua rekannya yakni SLF (15) dan NLD (18), yang terlibat dalam penganiayaan seorang remaja perempuan asal Pekkabata, Kecamatan Duampanua, di sekitar lokasi SMP Negeri 5 Data, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Rabu (2/11/2016) lalu.

Video Viral Pengeroyok Siswi di makasar Dikenakan Pasal Penistaan Agama



Polisi menjerat empat pengeroyok siswa SMP Negeri di kelurahan Data, kecamatan Duampanua, kabupaten Pinrang dengan pasal Penistaan Agama.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangeramengungkapkan, keempat pengeroyok dijerat dengan  Undang Undang (UU) Nomor 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama.
"Kita kenakan undang-undang terhadap penistaan agama karena pelaku saat melakukan tindakan sempat menistakan simbol-simbol agama tertentu," katanya di Mapolda Sulsel, Senin (21/11/2016).

Keempat pelaku pengeroyok terhadap siswa SMP Negeri diPinrang itu yakni, Nelda, Ranhy, Selvi, Eni. Keempatnya pun telah diamankan di Mapolres Pinrang.

Walau demikian, Barung menyebutkan, saat ini pihak penyidik masih memakai pasal 170 yakni penganiayaan dilakukan secara bersama-sama kepada korban, Riska pada tanggal 2 November, lalu.
"Kita masih kenakan pasal primernya 170 dulu, setelah itu kita akan jerat dengan pasal ITE, dan kemudian pasal perlindungan anak," jelas Barung. (sumber)

 
Back To Top