Tata cara yang harus diperhatikan dalam memberikan nama untuk Anak

maskokoganteng.com - Beberapa tatacara yang harus diperhatikan dalam memberikan nama untuk Anak Anda. Nama adalah sesuatu yang penting bagi kita. Nama adalah penunjuk siapa kita, artinya orang yang diberi Nama dapat mengenal dirinya atau dapat dikenal oleh orang lain sehingga memudahkan kita untuk berkomunikasi. Selain itu Nama akan menjadi simbol kita di dunia maupun di akhirat. Anda tentu pernah mendengar bahwa “Nama adalah doa”, karena hakikat dari nama itu sendiri adalah agar di kenal. Arti dari Nama seseorang biasanya berisi doa dan harapan orang tua kepada Anaknya kelak. Semisal “Ryan Fikri”  (Ryan=Royan –nama salah satu surga, Fikri =pikiran/kecerdasan) maka orang itu berharap bahwa Anaknya adalah calon penghuni surga dan menjadi orang yang cerdas”.

gambar Tata cara yang harus diperhatikan dalam memberikan nama untuk Anak

Rosulullah selalu meminta sahabatnya untuk menamakan anaknya dengan nama yang bagus. Bahkan tak jarang ketika Rosulullah menemukan nama orang yang buruk, maka beliau segera menggantinya dengan nama yang bagus. Dari yang pernah diceritakandalam hadist Muslim dari Ibnu ‘Umar bahwa ada seorang anak perempuan’ Umar yang dinamakan dengan ‘Aasiyah (bandel), tapi kemudian Rosulullah memintanya untuk mengganti dengan nama dia Jameelah (indah). Siapa yang berhak memberi nama Anak. Dan waktu pemberian nama.

Tidak ada perbedaan pendapat bahwasannya seorang bapak lebih berhak dalam memberikan nama kepada anaknya dan bukan kepada ibunya. Hal ini sebagaimana telah tsabit (tetap) dari para sahabat radhiallahu ‘anhum bahwa apabila mereka mendapatkan anak maka mereka pergi kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam agar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan bapak lebih tinggi daripada ibu. Selain itu nasab anak jatuh pada nama ayah, bukan nama ibu nya. Jadi bila ada anak bernama Ryan dengan ayah Yahya dan ibu Aisyah, maka nama anak tersebut akan menjadi Ryan bin Yahya. Lalu kapan kita memberikan nama anak kita.

Telah datang sunnah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang waktu pemberian nama, yaitu:
  • Memberikan nama kepada anak pada saat ia lahir.
  • Memberikan nama kepada anak pada hari ketiga setelah ia lahir.
  • Memberikan nama kepadaa) Memberikan nama kepada anak pada saat ia lahirb) Memberikan nama kepada anak pada hari ketiga setelah ia lahir) Memberikan nama kepada anak pada hari ketujuh setelah ia lahir.
Kewajiban bagi seorang Bapak adalah memilih Nama terbaik bagi Anaknya. Baik dari sisi lafadz dan maknanya, dan sesuai syari’at. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah Nama-nama yang mengandung makna kesyirikan kepada Allah kepada Nama-nama Islami, dari Nama-nama kufur kepada Nama-nama imaniyah. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam merubah Nama-nama yang jelek menjadi Nama-nama yang baik” (HR. AT-Tirmidzi). 

Nama - Nama Yang Disukai oleh Allah swt.
  • Memberikan Nama dengan dua suku kata. Hendaknya memilihkan Nama-nama yang baik seperti 'Abdullah dan 'Abdur Rahman. Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu'anhuma berkata:"Rasulullah shallallahlu'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya sebaik-baik nama kalian di sisi Allah adalah 'Abdullah dan 'Abdurrahman.'" (HR. Muslim no. 2132).
  • Memberikan Nama seorang Anak dengan Nama-nama penghambaan kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang Indah (Asma’ul Husna), misal: Abdul Aziz, Abdul Ghoniy. Memberi Nama Anak dengan Nama- nama Nabi, misalnya Muhammad, Yusuf. Nama orang- orang yang sholeh ‘Umar, ‘Abdullah, Zaid, Hamzah
Nama Yang Tidak disukai dan di Larang oleh Allah
Para ulama telah bersepakat mengharamkan nama- nama yang merupakan penghambaan selain pada Allah Ta’ala, misalnya Abdul Rosul (Hamba Rosul), Abdul Ka’bah (Hamba Ka’bah), Abdul Syams (Hamba Matahari)
  • Memberi Nama dengan Nama- nama Allah Tabaroka Wa Ta’ala, misalnya Ar-Rohman, Ar-Rohim, Al-Aziz. 
  • Memberi Nama dengan Nama- nama orang kafir, misal Julius, Fir’aun, Qorun Memberi nama dengan patung sesembahan selain Allah dan Nama- nama paganisme, misalnya Latta, Uzza, Dewa dll
  • Setiap nama yang memuji terhadap dirinya sendiri atau berisi kedustaan, misalnya Malakul Amlak (Rajanya Raja). Memberi nama- nama asing, misal, Hilton, dll Memberi nama dengan nama- nama syaiton, misalnya Al- Ajda’.
Nama Yang di Makruhkan
  • Dimakruhkan member nama Anak dengan nama pezina, fasiq. 
  • Dimakruhkan memberi nama- nama anak dengan nama- nama perbuatan jelek atau perbuatan maksiat. 
  • Dimakruhkan memberikan nama anak dengan nama pengikut Fir’aun, Qorun, Haman Nama hewan yang dikenal dengan sifat- sifat jeleknya : anjing, keledai, dll
  • Dimakruhkan memberi nama Anak dengan Nama sifat-sifat yang menyerupai terhadap lafzdz “agama” dan lafadz “Islam”. misal: Nurruddin, Dliyauddin, Saiful Islam dll. 
  • Dimakruhkan memberi nama ganda, misal: Muhammad Ahmad, Muhammad Sa’id
  • Para ulama memakruhkan memberi nama dengan nama-nama surat dalam Al-Qur’an, misal: Thoha, Yasin.
Cara Penyelesaian Bila Memiliki Nama Yang di Haramkan ataupun Makruh. Jika Anda memiliki Nama- nama yang ternyata itu diharamkan atau makruh, maka Anda perlu mengubah Nama Anda atau Anak Anda menjadi Nama yang disukai dan diperbolehkan. Tata cara mengubah Nama cukup datang kekantor pemerintahan yang mengurusi masalah kependudukan. Anda tidak perlu menyelenggarakan acara selamatan dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat. (sumber)

 
Back To Top