Keluarga Cemara nostalgia era 90 an

Keluarga Cemara nostalgia era 90 an
Masih ingat dengan serial  Sinetron Keluarga Cemara, nostal gia era 90 an. Serial Keluarga Cemara mulai ditayangkan pada tanggal 6 Oktober 1996 hingga tamat pada tanggal 28 Februari 2005. Sinetron ini pernah ditayangkan oleh 2 stasiun TV swasta Indonesia, dimana semula ditayangkan di RCTI (1996-2002) dan kemudian dilanjutkan oleh TV7 yang sekarang berubah menjadi Trans7 (2004-2005). Pemain utama di sinetron ini ialah Novia Kolopaking, Lia Waroka, Adi Kurdi, Ceria HD, dan masih banyak lagi. Jumlah episodenya ialah 412 dengan 3 musim.

Sinetron Keluarga Cemara diangkat dari novel cerita anak-anak dengan judul yang sama yang tulis oleh Arswendo Atmowiloto, dan diawal produksinya disutradarai oleh Eduart Pesta Sirait. Keluarga Cemara boleh jadi tidak benar-benar ada di bumi Indonesia ini. Mereka berada di dalam imajinasi cerdas Arswendo Atmowiloto. Namun melalui Keluarga Cemara, kita belajar mengenai arti keluarga di dalam kehidupan kita.

Sinetron yang diproduksi oleh Mizan Productions ini termasuk salah satu serial terpanjang di Indonesia tanpa sisi melupakan kualitas, karena terbukti sinetron Keluarga Cemara  telah memperoleh beberapa meraih penghargaan paling banyak dan bergengsi diantaranya Panasonic Awards sebagai serial terbaik dan gelar Sinetron Terpuji yang diberikan Festival Film Bandung.

Keluarga Cemara merupakan sebuah gambaran keluarga yang terdiri atas Abah (Adi Kurdi), Emak (Lia Warokka), Euis (Ceria HD), Cemara (Anisa Fujianti), dan Agil (Pudji Lestari) yang tinggal di sebuah desa di pelosok Sukabumi, Jawa Barat. Namun dalam episode penayangan mulai tahun 2004 (TV7) mereka tinggal di kota Metropolitan, Jakarta. Dalam sinetron ini juga terdapat lagu dengan judul yang sama yaitu Keluarga Cemara, yang dinyanyikan sebagai lagu tema, sekaligus sebagai lagu pembuka dan penutup dalam setiap penayangannya.

Keluarga Cemara mengajarkan kepada pemirsanya betapa pentingnya nilai sebuah keluarga. Kebahagiaan sebuah keluarga bukanlah diperlihatkan dari kekayaan dan gelimang harta, namun semata-mata oleh cinta kasih yang dibangun sebagai dasar kehidupan keluarga. Dalam keseharian yang diwarnai kerja keras dan tetesan keringat, namun tidak mengurangi arti dari cinta kasih dan sukacita karena luasnya hati yang penuh kasih di antara anggota keluarga. Sekalipun di dalam kesederhanaan, mereka tidak kehilangan kebahagiaan.
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga 

Selamat pagi Emak
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti Agil sama Ara! 
Harta yang paling berharga adalah keluargaIstana yang paling indah adalah keluargaPuisi yang paling bermakna adalah keluargaMutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi EmakSelamat pagi AbahMentari hari ini berseri indah
Lyrick lagu Keluarga Cemara Nostalgia Era 90 an. Semoga bermanfaat.
Selamat pagi Abah
Mentari hari ini berseri indah 
Terima kasih Emak
Terima kasih Abah

Teteh mau jualan opak dulu ya. Ya Teh…Jangan lupa bilang sama Abah ya! Ya Teh…Ya, Ara Mau permen…Permen, permen apa? Permen apa aja…A.., Teteh berangkat dulu ya…Ya Teh… 

Terima kasih Emak
Terima kasih Abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti.

Sumber keluargacemara.com
 
Back To Top